Mumpung masih ada…

Bismillah..

Banyak orang tertipu dengan waktu. Dengan bertambahnya hari, pekan, bulan, tahun, bertambahnya usia bukan berarti waktu semakin panjang. Bahkan sebaliknya, waktu menjadi berkurang. Apakah perlu kita berleha-leha? Apakah anda sudah yakin bahwa anda sudah siap dengan semakin dekatnya kematian?

Banyak orang terlalaikan dengan yang namanya sehat dan waktu luang. Nikmat yang besar ini seharusnya dapat kita syukuri dengan mengikuti aturan Sang Pencipta, bukan malah kita menjadi sombong ataupun enggan layaknya kehidupan ini hanya berakhir sia-sia.

Mumpung masih ada hidup, ada sehat, ada waktu luang, ikutilah aturan Sang Pencipta, kawan. Karena tidak berguna lagi atau sulit untuk mengikut aturan Sang Pencipta kalau kita menunggu mati, menunggu sakit, menunggu waktu sempit.

#Jangankasihjeda #Janganberhentijadibaik #kamidengarkamitaat 

_Ibn.amin_

Mati

Kematian itu hal yang biasa. Tetapi mengetahui berita kematian menjadi hal yang berbeda sekarang.

Berita tersebut seperti menjadi notifikasi alarm di handphone bahwa kita juga sebentar lagi akan mati, dengan waktu yang kita tidak tahu kapan. Layaknya orang yang sedang menunggu antrian di bangkunya masing-masing. Dimana nomor antrian tertera di punggung kita sehingga kita tidak dapat melihatnya. Saat nomor antrian kita dipanggil, lantai tempat bangku berada seketika terbuka ke bawah dan menjatuhkan kita sendiri ke ruangan bawah tanah yang sempit berukuran 1×2 meter. Lantai tertutup dan kita sendiri. Tanpa bangku, hanya kita sendiri, tidak ada yang lain. Tidak ada kerabat kita, tidak ada harta kita, tidak ada prestasi-prestasi dan kebanggaan kita di dunia.

Saya sendiri menjadi khawatir, apakah saya sudah siap mati? Apakah dosa-dosa saya telah diampuni?  Apakah amal-amal shalih saya telah diterima?  Hanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang yang tahu itu.

Maka dari itu, manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya, kawan.