Mumpung masih ada…

Bismillah..

Banyak orang tertipu dengan waktu. Dengan bertambahnya hari, pekan, bulan, tahun, bertambahnya usia bukan berarti waktu semakin panjang. Bahkan sebaliknya, waktu menjadi berkurang. Apakah perlu kita berleha-leha? Apakah anda sudah yakin bahwa anda sudah siap dengan semakin dekatnya kematian?

Banyak orang terlalaikan dengan yang namanya sehat dan waktu luang. Nikmat yang besar ini seharusnya dapat kita syukuri dengan mengikuti aturan Sang Pencipta, bukan malah kita menjadi sombong ataupun enggan layaknya kehidupan ini hanya berakhir sia-sia.

Mumpung masih ada hidup, ada sehat, ada waktu luang, ikutilah aturan Sang Pencipta, kawan. Karena tidak berguna lagi atau sulit untuk mengikut aturan Sang Pencipta kalau kita menunggu mati, menunggu sakit, menunggu waktu sempit.

#Jangankasihjeda #Janganberhentijadibaik #kamidengarkamitaat 

_Ibn.amin_

Advertisements

Pilihan

Hidup itu pilihan.

Ya..pilihan. Sesederhana saat kita menuju ke mini market setelah letih bermain futsal. Masuk ke dalamnya, mencari minuman yang sekiranya dapat menghilangkan rasa dahaga dan letih kita. Dari banyaknya pilihan minuman, kita pasti akan memilih salah satunya. Melirik satu persatu ke atas ke bawah ke sudut rak dan kembali lagi ke ujung awal tempat kita mulai melirik. Oke, kita dapat minuman yang kita pilih, kita ambil dan kita bawa ke kasir. Setelah membayarnya, kita buka minuman tersebut dan kemudian kita meminumnya. 

Hmm..ternyata rasanya tidak sesuai dengan yang kita inginkan, langsung saja kita kembalikan minuman tersebut ke kasir sambil meminta uang kita kembali atau mungkin menukarnya dengan minuman lain yang mungkin menurut kita rasanya lebih baik. Oh..tentu saja tidak bisa, dengan si kasir melambaikan tangan kanannya di depan sambil mengernyitkan dahi. Apa yang sudah kamu pilih, kamu beli dan kamu pakai tidak dapat dikembalikan maupun ditukar. Kalau kamu mau, pilih lagi minuman lain dan beli juga, ucap si kasir setelah mengernyitkan dahinya.

Hidup itu pilihan

Ya..pilihan. Sesederhana seperti kita membeli minuman di mini market. Apapun yang kita pilih, siapapun yang kita pilih, silakanlah pikirkan kembali sebelum kita “membelinya”. Semua yang kita rasakan setelah “membelinya” takkan bisa kita hilangkan dan kita tolak. Terimalah resikonya.

Hidup itu pilihan.

Pilihan antara logika dan rasa. Bagi saya pribadi, rasa melebihi logika. Kadang rasa tidak selalu tepat dibanding logika. Penyesalan karena tidak tepat pasti ada. Meskipun begitu, menikmati rasa yang kita pilih dan masih bisa survive itu seperti “whatever doesn’t kill you, makes you stronger”

Seorang Teman pernah berpendapat bahwa logika melebihi rasa. Dan saya menghargai itu. Dia pasti kuat dan tegar menyimpan rasa yang harus mengalah 🙂

Hidup itu pilihan

Bersyukurlah dan bersabarlah.