Untuk Masa Kini dan Masa Depan

Sebagai makhluk ciptaan-Nya, suatu hal yang lumrah bagi kita untuk mendekatkan kening kita ke tempat sujud sesering mungkin. Memang karena Dia-lah tempat kita menyembah, tempat kita meminta pertolongan, seperti yang selalu kita ucapkan sebanyak minimal 17 kali dalam sehari. Berbicara tentang hal ini, kira-kira apa yang selalu muncul di benak kita pertama kali saat kita bermunajat kepada Allah ar-Rahman?

Kalau saya tebak, kemungkinan besar isi munajat tersebut tentang diri kita sendiri dan orang-orang yang kita sayangi, meliputi kesehatan, (calon) pasangan, harta benda, maupun ujian-ujian duniawi yang sedang kita jalani. Ada yang salah memangnya? Oh tentu tidak. Kembali lagi bahwa Allah-lah tempat meminta pertolongan. Silahkan meminta apapun itu dan curahkanlah isi hati karena Dia adalah sebaik-baiknya tempat mengadu.

Sebagai umat muslim, kita diwajibkan untuk mengimani hari akhir. Hari dimana kehidupan dunia yang kita jalani bersifat fana dan akan berakhir kemudian berganti dengan kehidupan yang abadi nantinya. Di kehidupan yang abadi pilihannya hanya ada dua, Jannah (surga) atau Naar (neraka). Kembali lagi tentang isi munajat yang kita bicarakan sebelumnya. Tebakan-tebakan saya tersebut dapat dikategorikan sebagai Masa Kini. Lantas bagaimana dengan Masa Depan?

Yang saya maksud Masa Depan adalah masa setelah hari Akhir, dimana hari perhitungan dan pembalasan dimulai dan akan menjadi abadi. Mungkin kita sering lupa untuk memasukkannya dalam isi munajat kita atau bahkan jarang muncul di benak kita waktu kita menengadahkan kedua tangan kita ke atas. Padahal kalau dipikir-pikir kembali, munajat untuk Masa Kini dan Masa Depan adalah sama pentingnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :”Barangsiapa yang memohon Surga kepada Allah sebanyak tiga kali, Surga berkata :”Wahai Allah masukkanlah ia ke dalam Surga. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali, neraka berkata :”Wahai Allah selamatkanlah ia dari neraka”. [Hadits Riwayat Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami No. 911. Jilid 6].*)

Jadi, mulai sekarang setiap hari di dalam sholat maupun munajat kita di waktu lain, mau kan untuk memohon dimasukkan ke dalam surga dan memohon dijauhkan dari api neraka sebanyak 3x?

Untuk Masa Kini dan Masa Depan 😉
*) hadits saya nukil dari link ini http://abuayaz.blogspot.com/2011/05/perintah-untuk-meminta-surga.html?m=1

Advertisements

Kita sayang…

Bagaimana membuat Solid Oxide Fuel Cell dapat beroperasi dengan menggunakan temperatur kamar? Setelah 6 tahun berlalu dari dunia artikel per-SOFC-an, pertanyaan ini masih berlaku ga ya. Atau udah terjawab, atau malah ngga mungkin terjawab karena ngga bisa dijawab. Apapun itu, isu energi tidak akan pernah basi selama manusia masih mengaktualisasikan dirinya, baik kebutuhan primer sampai ke kebutuhan tersier (bahasa gampangnya, masih makan, minum, bekerja, dan bersenang-senang).

Tampaknya agak panjang kalau membahas topik di atas. Mari kita ganti. Bagaimana kita mengetahui siapa yang sebenarnya kita sayangi? Ngga perlulah ya ambil kertas dan pulpen untuk membuat listnya. Ngga perlu juga buka browser hape kita terus cari quiz tentang topik beginian untuk cari tahu jawabannya. Terus gimana dong? Oke. Pertama, kita jawab pertanyaan dengan pertanyaan, Bagaimana kita menyayangi diri kita sendiri? Jawab: kita menyayangi diri kita sendiri dengan cara kita makan apa yang kita mau, kita minum apa yang kita ingin, kita bersenang-senang dengan orang-orang yang kita pilih. Yap betul, begitulah caranya. Tapi apakah itu yang sebenarnya? Apakah kita setiap hari makan apa yang kita mau, minum apa yang kita ingin, dan bersenang-senang dengan orang-orang yang kita pilih? Nyatanya tidak setiap hari kita bisa begitu.

Mau, ingin, pilih. Semuanya menuju ke satu arti yang sama. Harapan. Walaupun kenyataan tidak sesuai tetapi kita selalu punya harapan setiap hari. Selalu ada asa di berbagai suasana. Lantas bagaimana caranya kita menunjukkan harapan kita? Dengan berdoa, as simple as that. Kita berdoa setiap hari agar harapan kita dapat tercapai. Agar kita dapat makan yang kita mau, kita dapat minum yang kita ingin, dan kita dapat bersenang-senang dengan orang yang kita pilih. Begitulah kita menyayangi diri kita sendiri.

Kita kembali ke pertanyaan awal kita. Bagaimana kita mengetahui siapa yang sebenarnya kita sayangi? Jawabannya adalah orang-orang yang ada dalam doa kita setiap hari. Diri kita sendiri pasti ada dong dalam doa kita setiap hari. Orang lain? Ngga perlulah dijawab di sini. Cukup dikembalikan ke diri sendiri, apakah kita sudah sayang sebenar-benarnya sayang dengan selain diri kita sendiri? (bq)

Saya boleh kok kalo mau didoain tiap hari sama kalian 😉