Mati

Kematian itu hal yang biasa. Tetapi mengetahui berita kematian menjadi hal yang berbeda sekarang.

Berita tersebut seperti menjadi notifikasi alarm di handphone bahwa kita juga sebentar lagi akan mati, dengan waktu yang kita tidak tahu kapan. Layaknya orang yang sedang menunggu antrian di bangkunya masing-masing. Dimana nomor antrian tertera di punggung kita sehingga kita tidak dapat melihatnya. Saat nomor antrian kita dipanggil, lantai tempat bangku berada seketika terbuka ke bawah dan menjatuhkan kita sendiri ke ruangan bawah tanah yang sempit berukuran 1×2 meter. Lantai tertutup dan kita sendiri. Tanpa bangku, hanya kita sendiri, tidak ada yang lain. Tidak ada kerabat kita, tidak ada harta kita, tidak ada prestasi-prestasi dan kebanggaan kita di dunia.

Saya sendiri menjadi khawatir, apakah saya sudah siap mati? Apakah dosa-dosa saya telah diampuni?  Apakah amal-amal shalih saya telah diterima?  Hanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang yang tahu itu.

Maka dari itu, manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya, kawan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s