Niat!

Amalan itu tergantung niatnya. Jika niatnya sebagai ibadah, maka jadilah amalan itu ibadah. Biasanya amalan yang langsung berhubungan dengan Allah, sudah kita niatkan ibadah. Tetapi amalan yang berhubungan dengan manusia terlebih dahulu terkadang kita lupa diniatkan menjadi ibadah, termasuk menggauli pasangan kita yang halal. Padahal itu adalah ladang amal shalih bagi kita.

Yuk ah sering-sering perbaiki niat kita. Ingat, niat adalah dorongan hati, ga perlu dilafalin seperti niat shalat yang tidak pernah ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena kata kunci amalan diterima adalah Ikhlas dan Ittiba’ (Mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam).

Mati

Kematian itu hal yang biasa. Tetapi mengetahui berita kematian menjadi hal yang berbeda sekarang.

Berita tersebut seperti menjadi notifikasi alarm di handphone bahwa kita juga sebentar lagi akan mati, dengan waktu yang kita tidak tahu kapan. Layaknya orang yang sedang menunggu antrian di bangkunya masing-masing. Dimana nomor antrian tertera di punggung kita sehingga kita tidak dapat melihatnya. Saat nomor antrian kita dipanggil, lantai tempat bangku berada seketika terbuka ke bawah dan menjatuhkan kita sendiri ke ruangan bawah tanah yang sempit berukuran 1×2 meter. Lantai tertutup dan kita sendiri. Tanpa bangku, hanya kita sendiri, tidak ada yang lain. Tidak ada kerabat kita, tidak ada harta kita, tidak ada prestasi-prestasi dan kebanggaan kita di dunia.

Saya sendiri menjadi khawatir, apakah saya sudah siap mati? Apakah dosa-dosa saya telah diampuni?  Apakah amal-amal shalih saya telah diterima?  Hanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang yang tahu itu.

Maka dari itu, manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya, kawan.

Denganmu Ibu

Bersyukurlah jika engkau masih mempunyai Ibumu yang dewasa nan gagah. Karena itu waktumu dapat engkau gunakan sebanyak-banyaknya untuk meraih akhirat yang ada di hatimu, dan menggenggam dunia yang ada di tanganmu.

Bersyukurlah jika engkau dapat bersama Ibumu yang sudah tua renta. Karena itu baktimu dapat kau tukarkan dengan pintu surga kelak nanti di hari pembalasan.

Bersabarlah jika engkau tidak lagi mendapatkan Ibumu berada di atas tanah. Karena itu jadikanlah dirimu berguna baginya di hari perhitungan nanti, jadilah anak yang shalih/ah.

#baktianak #jangankasihjeda

_Ibn Amin_