Kita sayang…

Bagaimana membuat Solid Oxide Fuel Cell dapat beroperasi dengan menggunakan temperatur kamar? Setelah 6 tahun berlalu dari dunia artikel per-SOFC-an, pertanyaan ini masih berlaku ga ya. Atau udah terjawab, atau malah ngga mungkin terjawab karena ngga bisa dijawab. Apapun itu, isu energi tidak akan pernah basi selama manusia masih mengaktualisasikan dirinya, baik kebutuhan primer sampai ke kebutuhan tersier (bahasa gampangnya, masih makan, minum, bekerja, dan bersenang-senang).

Tampaknya agak panjang kalau membahas topik di atas. Mari kita ganti. Bagaimana kita mengetahui siapa yang sebenarnya kita sayangi? Ngga perlulah ya ambil kertas dan pulpen untuk membuat listnya. Ngga perlu juga buka browser hape kita terus cari quiz tentang topik beginian untuk cari tahu jawabannya. Terus gimana dong? Oke. Pertama, kita jawab pertanyaan dengan pertanyaan, Bagaimana kita menyayangi diri kita sendiri? Jawab: kita menyayangi diri kita sendiri dengan cara kita makan apa yang kita mau, kita minum apa yang kita ingin, kita bersenang-senang dengan orang-orang yang kita pilih. Yap betul, begitulah caranya. Tapi apakah itu yang sebenarnya? Apakah kita setiap hari makan apa yang kita mau, minum apa yang kita ingin, dan bersenang-senang dengan orang-orang yang kita pilih? Nyatanya tidak setiap hari kita bisa begitu.

Mau, ingin, pilih. Semuanya menuju ke satu arti yang sama. Harapan. Walaupun kenyataan tidak sesuai tetapi kita selalu punya harapan setiap hari. Selalu ada asa di berbagai suasana. Lantas bagaimana caranya kita menunjukkan harapan kita? Dengan berdoa, as simple as that. Kita berdoa setiap hari agar harapan kita dapat tercapai. Agar kita dapat makan yang kita mau, kita dapat minum yang kita ingin, dan kita dapat bersenang-senang dengan orang yang kita pilih. Begitulah kita menyayangi diri kita sendiri.

Kita kembali ke pertanyaan awal kita. Bagaimana kita mengetahui siapa yang sebenarnya kita sayangi? Jawabannya adalah orang-orang yang ada dalam doa kita setiap hari. Diri kita sendiri pasti ada dong dalam doa kita setiap hari. Orang lain? Ngga perlulah dijawab di sini. Cukup dikembalikan ke diri sendiri, apakah kita sudah sayang sebenar-benarnya sayang dengan selain diri kita sendiri? (bq)

Saya boleh kok kalo mau didoain tiap hari sama kalian 😉

Advertisements