Psycho!

Anda pernah nonton film The Penguin of Madagascar? Kalau anda pernah nonton atau malah suka pasti tidak asing dengan yang namanya Skipper, Rico, Kowalski, dan Private. Empat tokoh penguin buatan Tom McGrath & Eric Darnell ini seperti memunculkan sosok dari 4 tipe kepribadian deh, dugaan saya. Skipper si pengatur (Koleris), Rico si heboh (Sanguinis), Kowalski si penganalisa (Melankolis), Private si penurut (Plegmatis).

4 tipe kepribadian itu apa sih? Kalau mau tahu, langsung googling aja ya, lengkap tuntas penjelasannya pasti. Saya sendiri pernah membaca buku tentang 4 tipe kepribadian (lupa penulisnya siapa) sewaktu memegang divisi mentor di panitia kaderisasi himpunan mahasiswa. Buku yang dipinjamkan oleh senior saya ini sangat berguna sekali buat saya sampai sekarang, terlebih lagi memang saya suka dengan ilmu psikologi. Dengan mengetahui 4 tipe kepribadian tersebut, kita dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan tiap pribadi orang. Walaupun sebenarnya 4 tipe kepribadian ini cuma salah satu tools dari sekian banyak tools lain seperti Myers-Briggs Personality Types atau disebut dengan 16 tipe kepribadian. Tetapi saya pikir 4 tipe kepribadian ini lebih simpel dan lebih cepat dimengerti.

Dengan cara berkomunikasi dan berinteraksi sekilas saja anda sudah dapat menebak apakah orang tersebut tipe yang suka mengatur orang lain atau tipe yang cenderung mengikuti kehendak orang lain. Semakin besar frekuensi komunikasi dan interaksi dengan orang tersebut membuat anda dapat memutuskan sikap apa yang harus anda lakukan terhadap kekuatan dan kelemahan tipe kepribadiannya. Hal ini sangat berguna sekali, tidak terkecuali di dunia kerja, dan harusnya para human resource management menyadari itu.

Saya senang sekali menebak kepribadian orang lain. Saya rasa hal ini lebih susah dibandingkan dengan menebak sifat material, walaupun saya gagal menjadi material engineer yang kompeten *maafkan anakmu ini ya Umi*. Sama dengan kepribadian, saya juga senang mengamati perilaku orang lain. “Ga ada kerjaan lain apa yah, seneng banget observasi orang, padahal ga ada pemasukan juga dari situ.” Dari pengamatan perilaku tersebut saya jadi tertarik untuk menebak sikap apa yang akan dilakukan orang tersebut. Kadang tebakan tersebut bisa jadi benar, bisa jadi keliru. Banyak variabel yang menyebabkan tebakan saya keliru, tapi apabila kita sudah mengetahui dengan kepribadian orang tersebut, tebakan kita cenderung menjadi benar. Hal ini coba saya terapkan pada teman-teman terdekat saya. Ada yang menjadi Presiden Mahasiswa, ada yang akhirnya saling menikah (Alhamdulillah untuk yang dua ini, tebakan awal saya sih mereka berpacaran, walaupun mereka pintar menjaga rahasia tersebut hingga memberikan undangan pernikahan ke kami), dan yang baru-baru ini ada yang ternyata baru saja resign dari tempat kerjanya. Teman saya ini mengulangi perilaku yang pernah dia lakukan walaupun dengan kasus yang sedikit berbeda. Tetapi saya dapat menebak ada sesuatu dibalik perilakunya tersebut.

Bagaimana dengan menebak perilaku orang yang saya sukai dan kemudian saya dekati? Hmm..untuk yang satu ini saya rasa saya tidak ingin terlalu banyak menebak. Terlalu banyak unsur emosi tampaknya. Alangkah lebih baik kalau saya tetap melakukan yang terbaik yang bisa saya kendalikan. “Don’t worry about things you can’t control, let it flow.”

Eh iya, kembali lagi ke topik kepribadian. Gantian kalian yang menebak. Menurut anda saya termasuk tipe kepribadian yang mana?
Selamat menebak ya!