Eufoni Hujan

Derasnya hujan akan selalu mengingatkanku
Pada saat basah kuyup menunggu di depan pintu
Dia menyusul muncul merekah senyum di hadapanku

Gemericik air hujan di parit akan selalu mengingatkanku
Bagaimana kami membuka pintu dan melihat seisi rumah
Bukan rumah megah tanpa celah yang kami tuju
Melainkan bangunan yang tak terbebas dari lantai basah

Tetesan air hujan di atas genteng akan selalu mengingatkanku
Dengannya yang memegang tongkat pel tanpa ragu
Menyeka genangan bersama kain lap yang ada di tanganku

Rintik-rintik hujan akan selalu mengingatkanku
Tentang apa yang kualami dengannya, menatap matanya
Mendengar tawanya, menikmati senda gurau
Layaknya memainkan adegan cerita rencana semesta

Hujan akan terus mengingatkanku pada kalimatnya yang indah
Bahwa hujan tidak hanya melulu membawa musibah
Tetapi hujan juga dapat membawa berkah

Dan bersamanya aku menanti pelangi setelah hujan berlari

Di suatu rumah, 12 Desember 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s