Mungkin saja kita sedang tak sendirian

Saya masih ingat sekali peristiwa malam itu. Salah satu lampu kamar di kontrakan The Ninings masih menyala dan pintunya terbuka. Kami berempat yang masih terjaga sedang asyik bermain game PC football manager. Saat jam dinding menunjukkan hampir pukul 2 pagi Waktu Indonesia Bagian Bandung, kami menyudahi permainan dan kembali ke kamar masing-masing, termasuk saya. Lampu kamar saya matikan dan langsung berbaring di kasur. Rasa saya belum lama memejamkan mata, mata saya kembali terbuka. Penglihatan tertuju ke sisi tengah kamar, terlihat seorang anak kecil yang sedang duduk dengan posisi kepala dan kaki yang aneh. Saya coba berteriak sekencang-kencangnya sebagai respon perasaan kaget tetapi tidak sedikitpun suara tersebut terdengar keluar dari mulut saya. Berusaha untuk membangunkan diri tetapi apa daya sekujur badan terasa kaku dan tidak dapat digerakkan. Kekakuan itu mungkin terjadi selama 1-2 menit. Setelah itu saya dapat memejamkan mata dan membukanya kembali. Anehnya, sesosok anak kecil itu tidak terlihat lagi dan tubuh saya dapat digerakkan kembali. Langsung saja saya menyalakan lampu kamar, keluar dari kamar dan mengetuk pintu kamar teman saya untuk menumpang tidur di kamarnya. Semenjak peristiwa itu, hampir 2 tahun saya tidur di kamar tanpa mematikan lampu kamar. Di masa libur kuliah, saya sering sekali tinggal di kontrakan sendirian. Sudah kamar terletak di ujung lorong atas, pulang malam pun selalu disambut dengan kegelapan lorong yang lampunya tidak dihidupkan dari waktu maghrib oleh si bibi. Untungnya, saya tidak melihat sosok anak kecil atau sosok yang lain.

Apa yang saya alami di atas banyak dikomentari oleh teman-teman saya sebagai “ketibanan” (bahasa yang disebutkan beberapa orang) atau semacamnya. “Ketibanan” sering terjadi oleh beberapa orang, dimana orang tersebut hanya dapat melihat, tidak dapat berbicara dan bergerak. Mendengar hal itu saya hanya dapat mengangguk saja tanpa dapat membantah komentar mereka. Jika memang yang saya alami adalah mimpi, bagaimana mimpi mempunyai setting yang sama dengan keadaan saya sebelum tertidur dan apa yang saya lihat benar-benar jelas, bahkan sampai sekarang. Sedangkan mimpi-mimpi yang saya alami sebelumnya selalu mempunyai setting yang acak tak beraturan dan ketika bangun mimpi tersebut cepat sekali terlupakan, baik itu mimpi yang baik maupun yang buruk.

Pernah terjadi satu anomali dari karakteristik mimpi saya. Saya katakan mimpi karena memang saya akui saya sudah tertidur, berbeda dengan peristiwa di atas. Peristiwa yang ini saya alami waktu di kost daerah Karawang, semasa kerja praktek. Saya yang sedang tidur tiba-tiba mata terbuka dan penglihatan mengarah ke jendela kamar (ini masih mimpi walaupun mempunyai setting yang sama dengan keadaan sebelum tertidur). Dari luar jendela tersebut terlihat sesosok wanita berpakaian putih sedang berdiri melihat ke dalam, tidak jelas apakah itu wanita tua atau muda. Kemudian wanita tersebut mulai merayap ke jendela dan berusaha memasuki kamar kami melalui jendela. Saya yang melihat itu berusaha membangunkan kedua teman saya yang tidur di samping saya. Entah kenapa tubuh saya tidak dapat bergerak dan ketika saya berteriak tidak ada sedikit pun suara yang keluar. Ternyata wanita tersebut sudah berada di dalam kamar saya dan tiba-tiba kembali saya terbangun dari mimpi saya. Keesokan malamnya, saya mengajukan perubahan posisi tidur ke teman-teman saya setelah menceritakan mimpi saya malam kemarin ke mereka. Mereka menerimanya dan malam itu saya tidur lebih dahulu dibanding mereka. Di awal tidur, menurut cerita mereka keesokan paginya, saya mengigau sambil menunjuk ke sisi ujung kamar di sebelah teman saya sedang berbaring tiduran. Saya bertanya tentang siapa orang keempat yang ada di antara kami di kamar tersebut. Nyatanya, kami hanya bertiga dalam satu kamar.

Peristiwa-peristiwa di atas hanya sebagian kejadian (agak) aneh yang saya alami, masih ada beberapa peristiwa lain yang dapat diceritakan tetapi akan saya ceritakan lain waktu. Saya sebagai muslim mempercayai bahwa ada makhluk Allah yang berjenis jin, dimana jin merupakan makhluk gaib. Mirip seperti malaikat, jin dapat mengubah wujudnya menjadi makhluk nyata seperti manusia (nyata dan gaib ini mungkin dipersepsikan dari penglihatan mata manusia karena manusia sebagai objek dari kitabullah). Jika ada manusia yang berkata dapat melihat jin dalam wujud aslinya, pasti dia berdusta atau malah dia yang tertipu. Hal ini jelas dikabarkan oleh Allah dalam kitabnya di surat Al-A’raf ayat 27. Akan tetapi, dengan kemampuan mengubah wujudnya, jin dapat terlihat oleh kita, termasuk sahabat Rasulullah, Abu Hurairah yang diganggu saat menjaga zakat umat Islam. Dari situ saya coba menyimpulkan bahwa (mungkin saja) peristiwa yang saya alami merupakan bentuk gangguan dari jin, baik secara penglihatan seperti di atas, pendengaran, maupun rasa was-was. Awalnya memang kaget ketika mengalami peristiwa tersebut tetapi setelah itu langsung tidak saya tanggapi dan segera saya tinggalkan. Saya sendiri lebih senang menyebutnya sebagai “lagi diisengin”. Oleh karena itu berusahalah untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan mereka, karena mungkin saja kita sedang tak sendirian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s