Bagaimana Jika Anda Berada di Posisi Ini?

Hmm..jadi situasinya seperti berikut. Sebelumnya, asumsikan diri anda sebagai seorang pria.

Suatu waktu, anda memberhentikan mobil yang sedang anda kendarai di tepi jalan. Melihat ada kedai minuman di dekat situ membuat anda tertegun sesaat, “Oke..keluar sebentar dan mari menghilangkan lelah dan dahaga sejenak”, gumam anda. Pintu kedai anda buka, sambil sepintas lalu melihat keadaan sekitar, kemudian mata anda tertuju pada seorang wanita yang sedang menunggu pesanannya. “Ah..duduk dekat dia saja”, pikir anda.

Saat dia melihat anda mendekatinya, anda membalas dengan senyuman dan mulai duduk di sebelahnya. Anda membuka percakapan bersamanya dengan obrolan ringan.

“Permisi mbak, pesanan coklat hangatnya”, kata pramusaji sambil menghampiri kami. “Terimakasih mas”, balasnya diiringi senyuman, senyum yang manis. Kemudian kami lanjutkan obrolan kembali dengan humor canda tawanya yang membuat suasana di antara kami semakin santai dan lepas.

Tak berasa setengah jam berlalu, coklat hangatnya pun sudah habis. Seketika dia berdiri dan berbicara kepada anda, “Terimakasih atas obrolannya, selamat tinggal”, kemudian dia menuju pintu. Kemudian anda berpikir sesaat bahwa tidak hanya seperti ini seharusnya perjumpaan anda dengan si wanita Sanguin-Plegmatis ini. Sesegera mungkin anda menghabiskan minuman yang anda pesan dan bergegas mengikutinya keluar. Maksud hati ingin memberi tumpangan, namun saat anda keluar, anda melihatnya mendekati mobil di seberang jalan, membuka pintu mobil dan duduk di sebelah seorang pria yang memegang kemudi. Tak lama kemudian mobil itu melaju.

Anda yang sedang menuju mobil anda langsung bergerak cepat. Buka pintu mobil-masukkan kunci-hidupkan mesin-injak kopling- oper gigi-tancap gas, dengan keinginan tak mau ketinggalan jejak mobil pria tersebut.

Situasi saya hentikan terlebih dahulu. Ada beberapa opsi yang saya ajukan untuk melanjutkan situasi di atas, yaitu :

a) Anda melaju kencang mengejar mobil tersebut dan memberhentikannya, kemudian anda keluar dari mobil anda menuju wanita yang ada di dalam mobil tersebut. Anda mengajaknya untuk menaiki mobil anda, dengan resiko ajakan anda dapat saja ditolak olehnya.

b) Anda terus membuntuti mobil tersebut dengan harapan suatu saat si wanita turun sendirian dari mobil tersebut. Saat dia sudah keluar baru anda tawari untuk menumpang di mobil anda. Tentu saja tetap ada resiko wanita tersebut tidak pernah turun dari mobil tersebut sendirian.

c) Lanjutkan perjalanan anda tanpa memikirkan wanita tersebut. Kalaupun nanti anda bertemu dengannya kembali di suatu tempat, kalian hanyalah teman canda tawa saja.

d) … (opsi lain)

Jadi, bagaimana jika anda berada di posisi ini, mana opsi yang anda pilih untuk melanjutkan situasi di atas?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s