Kan Udah Ada Allah [Blog Repost]

[Blog Repost] pekan ini diambil dari sebuah kisah inspiratif singkat, semoga dapat menginspirasi

———————————————————————————————————————————–

Kisah kali ini menceritakan tentang seorang malaikat kecil yang harus berjuang mati-matian melawan penyakit yang dideritanya …

” Bunda … ” panggil seorang anak perempuan

” Eh anak bunda yang manis udah pulang … ” sahut bunda

Mereka terlihat akrab sekali …

Suatu hari, tiba-tiba Sifa (malaikat kecil) jatuh pingsan di halaman rumahnya yang berada di kaki gunung merapi saat sedang asyik bermain. Tak ada siapa-siapa … , sifa pun harus menunggu disana selama dua puluh menit sampai sang bunda datang untuk menolong dan menggendong tubuhnya menuju kamar kesayanganya.

Rupanya kala itu kanker otak yang diderita Sifa kambuh …

” Sifa … bangun nak … “

” Ayo dong sifa bangun … , jangan buat bunda khawatir … ” tambah bunda

Selama kurang lebih setengah jam Sifa berbaring diranjangnya, akhirnya mata malaikat kecil itu pun terbuka.

” Bunda, Sifa dimana ? Sifa pingsan lagi ya bunda ? ” tanya Sifa

” Kamu di kamar, mungkin tadi kamu terlalu lelah aja, lain kali kalo main jangan lama-lama ya … “

” Iya bunda … maafin Sifa yang udah buat bunda khawatir “

” Yaudah, kamu istirahat ya, bunda mau bikin makan siang dulu buat kamu “

Bunda pun beranjak keluar meninggalkan sang malaikat kecil di kamarnya. Satu jam kemudian, pintu kamar Sifa terbuka kembali. Oh … rupanya sang bunda datang …

” Sifa … makanan udah siap ” kata bunda

Sifa tak menjawab …

” Sifa bangun sayang … ” tambah bunda yang perlahan menghampiri

Namun saat mendekat, sang bunda terkejut. Terlihat aliran darah keluar dari lubang hidung Sifa. Bunda pun berusaha sebisanya untuk menolong anak satu-satunya itu. Tapi terlambat … nyawa Sifa sudah tak tertolong lagi …

Air mata mengalir membanjiri pipi sang bunda. Dan tak henti-hentinya ia menangis kala itu.

Hari pemakaman pun tiba, tangis yang sebelumnya reda, kini kembali menyeruak saat jasad Sifa diturunkan ke liang kuburnya. Semua yang hadir disana merasa kehilangan seorang sosok malaikat kecil yang baik hati.

Kepergian Sifa tak lantas membuat semua kenangan bersamanya hilang dalam pikiran sang bunda.  Kenangan indah bersama Sifa benar-benar telah terpatri di pikiran sang bunda. Sampai suatu hari … , kenangan itu mengantarnya kembali ke kamar Sifa hanya untuk sekedar melepas rindu.

Tak sengaja ia menjatuhkan tumpukan buku yang tersusun rapi di atas meja belajar. Terlihat secarik kertas terselip diantara buku-buku itu. Diambilah kertas itu … goresan tinta sang malaikat kecil pun jelas terlihat disana …

—————————————————————————————————————————————————-

Dear Bunda …

Makasih bunda, udah rawat aku dari kecil …

Makasih bunda, udah sayang ama Sifa selama ini …

Sifa minta maaf belum bisa bahagia.in bunda …

Sifa juga minta maaf selalu buat bunda khawatir …

Mungkin … selama ini Sifa cuma jadi beban bunda aja …

Sifa tahu umur Sifa udah ngga lama lagi …

Dan mungkin pas bunda baca surat ini, Sifa udah ngga ada …

Udah takdir Sifa kali hidup bareng penyakit ini …

Makanya … , bunda jangan sedih yaa …

Sifa aja ngga sedih, jadi Sifa mohon bunda jangan sedih …, apalagi nangis  …

Tetep kuat seperti bunda yang aku kenal biasanya …

Yang pantang menyerah dalam menghadapi kerasnya hidup …

Oh iya … hampir aja aku lupa …

Mulai sekarang … bunda ngga usah khawatirin aku lagi …

Kan udah ada Allah yang ngejaga.in ku disini …

—————————————————————————————————————————————-

Kisah yang menyentuh, walaupun mungkin kisah seperti ini umum kita temui dan pernah kita baca..

Saya membaca dan mengambilnya dari http://rianriskipratama.wordpress.com/2012/01/14/kan-udah-ada-allah/

Seorang anak kecil (baca: Sifa) berusaha menenangkan Sang Bunda dengan tulisannya. Memang tidak ada yang abadi di dunia ini selain Allah, bahkan “perubahan” pun belum tentu bisa. Di mana ada perjumpaan, di situ pula akan ada perpisahan, seperti yang dialami oleh Sifa dan Sang Bunda. Tetapi kita tidak perlu khawatir dengan yang namanya perpisahan, karena ada Allah yang akan menjaga kita satu sama lain, itu yang saya percayai sampai sekarang, mungkin Sifa sependapat dengan saya juga :D.

La Tahzan, Innallaha ma’ana..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s