Teruntuk Dia

Saya pria, ya menyukai wanita. Saya menyukai wanita, ya semenjak mengalami masa puber. Saya mengalami masa puber, jadinya saya menyukai wanita, eh wanita-wanita maksudnya. Dari masih TK sampai sekarang, tidak perlu dihitung deh ada berapa, hehe..

Dia, eh siapa dia, pokoknya dia deh. Dia, yang sekarang menemani hari-hari saya, yang sekarang terpikirkan dan terbesit di hati. Katanya sih, “jatuh cinta itu biasa saja”, mungkin karena apa yang dialami olehnya sebelum bersama saya. Sedangkan saya, belum pernah sedekat apapun bersama wanita (selain keluarga) kecuali dia ini. Tapi saya selalu berharap dapat (atau pernah) menjadi teman terbaik yang dicintainya.

Entah sejahat apapun dia, se”brengsek” (“brengsek”, kata dia, mungkin bahasa yang disebutkan terlalu kasar dibandingkan maksudnya) bagaimanapun dia dengan pria lain yang mendekatinya di waktu dulu, saya selalu berusaha mencoba berpikir, “kita, ya sekarang ini. Dulu, sudah terlewati, jadikan saja pembelajaran untuk sekarang”.

Saya tidak akan mencari wanita yang lebih baik dari dia saat ini, karena saya tahu bahwa dia nantinya dapat menjadi lebih baik  dibanding saat ini. Dan terimakasih untuk dia karena telah mau mengalami susah bersama saya sekarang, karena telah mau bersabar menghadapi keegoisan saya. Walaupun nanti dia akan menemukan orang yang lebih pantas buat dia dibanding saya, saya tetap berterima kasih karena dia pernah menjadi motivasi bagi hidup saya.

Teruntuk dia, dari seorang nubitol yang lebay dan payah 😀

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s