Engineering Development | Love Development

Engineering Development Staff, itu posisi saya waktu pertama kali bekerja. Apa sih kerjanya? Secara garis besar, pekerjaan saya yaitu men-develop new product yang akan diproduksi di tempat kerja saya (baca : perusahaan manufaktur komponen otomotif). Mulai dari tahapan pembuatan feasibility study hingga mendapatkan persetujuan sampel produk baru dari customer itu menjadi tanggung jawab utama saya.

Ada prinsip menarik, menurut saya, yang dicetuskan atasan saya (entah ini serius atau bercanda) yaitu saat memberikan sampel untuk new product approval, kami memberikan produk yang kurang bagus, tapi masih tetap memenuhi spesifikasi yang diminta customer. Jadi, jika nanti saat masa produksi ada produk yang hasilnya kurang bagus tetap diterima oleh customer, toh mereka kan telah menyetujui sampel kurang bagus yang pernah kami berikan. Memang ada satu resiko sih saat kami mengajukan sampel yang kurang bagus, bisa jadi mereka tidak menerimanya dan biasanya kami diminta untuk membuat perbaikan pada produk tersebut.

Lain halnya, kalau kami memberikan sampel yang lebih bagus untuk new product approval, karena nanti saat masa produksi kami harus membuat produk yang sebagus sampelnya, kalau ada yang kurang bagus pasti tidak diterima. Memang untuk prinsip ini ada pemahaman yang berlawanan. Ada yang berpendapat waktu memberikan sampel harus sebagus mungkin, biar langsung diterima customer, nanti saat masa produksi tidak semuanya dicek customer, jadi tidak masalah kalau ada sedikit produk yang kurang bagus.

Kalau ada yang namanya engineering development, saya buat juga yang namanya “love development”, hehe.. Saya coba menganalogikan prinsip atasan saya tentang engineering development ke dalam love development. Jika salah satu produknya adalah sifat dari salah satu pasangan, maka sifat yang paling buruk dari salah satu pasangan harusnya ditunjukkan ke pasangannya. Pasangannya akan menilai, apakah dengan sifat yang buruk tersebut hubungan mereka dapat dilanjutkan atau tidak. Jika dapat dilanjutkan, maka sifat-sifat yang lain dari salah satu pasangan pasti dapat diterima (sifat yang lebih baik dari yang paling buruk) atau ada perbaikan sifat atas permintaan dari pasangannya. Jika tidak dapat dilanjutkan, maka love development tidak akan sampai ke tahap “produksi”.

Analoginya memang belum terlalu mantap, jika ada yang ingin memberikan masukan dan kritikan, sangat dipersilakan.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s