Filosofi Pemain Sepakbola

Menjadi pemain terbaik di dalam lapangan, menjadi pemain yang mendapatkan banyak gelar kompetisi dan kejuaraan, maupun menjadi pemain termahal merupakan sebagian impian dari pemain sepakbola profesional atas prestasi yang mampu mereka torehkan.

Diawali dengan penandatanganan kontrak untuk menjadi pemain sepakbola pada suatu klub, kemudian dilanjutkan dengan mempelajari posisi dan peran yang diberikan oleh sang pelatih/manajer. Menjadi tanggung jawab dan pekerjaan seorang pemain untuk menunjukkan performa yang maksimal pada setiap pertandingan yang dia lakukan. Selain itu, seorang pemain juga diharuskan beradaptasi dengan kondisi dan permainan tim. Seorang pemain sepakbola tidak hanya mengandalkan skill individu, melainkan juga harus dapat bekerja dalam satu tim, karena memang permainan sepakbola dilakukan oleh tim bukan perseorangan. Dengan langkah-langkah seperti di atas, pemain sepakbola dapat menuai hasil selama karirnya baik prestasi bagi dirinya sendiri maupun prestasi bagi timnya dengan kontribusi yang dia berikan.

Begitu juga dalam bidang pekerjaan profesional manapun, yang membutuhkan skill individu dan kerjasama tim. Seorang karyawan dapat menerapkan langkah-langkah yang dilakukan seorang pemain sepakbola profesional untuk menuai hasil selama karirnya, baik prestasi dirinya sebagai karyawan terbaik ataupun kontribusinya dalam mengembangkan perusahaan.

Dengan modal diri yang sama seperti passion, kerja keras, dan kreativitas, seorang karyawan dapat menggunakan filosofi pemain sepakbola dalam meniti karirnya. Tentu, dinamika yang terjadi pada karir pemain sepakbola profesional dapat juga menjadi analogi bagi karir seorang karyawan.

Salam Olahraga ! (dengan intonasi dan gaya yang dilakukan oleh penyiar acara olahraga pada stasiun televisi swasta)

Advertisements

Diambil dari …

Tulisan hasil seseorang dapat dengan mudahnya tersebar ke seluruh penjuru dunia dengan menggunakan jasa internet. Blogging, menjadi salah satu wadah bagi seseorang untuk menuangkan gagasannya ataupun menceritakan pengalamannya dalam bentuk tulisan. Isi tulisan-tulisan tersebut dapat menjadi inspirasi, motivasi, saran, ataupun pengetahuan bagi pembacanya.

Saking banyaknya tulisan-tulisan yang beredar di internet, tidak mungkin kita dapat membaca semuanya, terlebih-lebih kalau tidak dapat ditemukan oleh mesin pencari seperti www.google.com maupun www.yahoo.com

Oleh karena itu, saya akan mencoba me-retweet (bahasa twitter; saya analogikan dengan menyalin ke dalam blog saya) tulisan-tulisan dalam blog lain yang menurut saya cukup ringkas dan menarik untuk dibaca. Metode pencarian tulisan akan dilakukan secara acak dan diusahakan tiap bulan mempunyai tema tertentu. Sekaligus mengisi kekosongan blog ini dari tulisan-tulisan saya sendiri apabila lagi jarang nge-post, hehe… Oh iya, dan satu hal lagi, yang wajib dilakukan ketika mengambil tulisan orang lain dan kemudian menyalinnya adalah harus menuliskan diambil dari mana tulisan tersebut, karena tulisan merupakan salah satu dari hak cipta orang.

Puzzle yang Berantakan

Setiap orang punya cerita, begitu pula saya. Ada sebagian cerita baik dari apa yang saya lihat, apa yang saya dengar, apa yang saya ucap, apa yang saya perbuat, apa yang saya pikirkan, dan apa yang saya rasakan, masih dapat saya ingat dan saya ingin tuangkan dalam tulisan-tulisan. Cerita tersebut mungkin belum tentu menarik bagi orang lain, tetapi bagi saya cerita tersebut merupakan hal yang berarti dan dapat diambil pelajaran dari cerita tersebut. Bukankah kita dapat belajar dari siapapun? Meskipun pertanyaan selanjutnya tidak dijawab terlebih dahulu, yaitu apakah pelajaran tersebut berguna bagi hidup kita?

Saya, itulah yang akan digunakan sebagai sudut pandang dalam cerita nantinya. Adapun untuk alur keseluruhan cerita, saya tertarik dengan alur yang tidak melulu maju. Alur tersebut dapat maju-mundur-maju. Walaupun cerita pada masa depan tidak dapat diungkapkan karena kita tidak dapat mengetahui hal tersebut sebelum mengalaminya, dan yang ada hanyalah rencana dan mimpi yang diinginkan untuk masa depan.

Seperti sebuah puzzle, akan lebih mudah membuatnya terkumpul menjadi potongan-potongan yang acak berantakan dibandingkan menyatukannya kembali menjadi kesatuan yang utuh dan benar. Tak begitu berbeda dengan catatan hidup saya, lebih mudah untuk menceritakannya secara acak, dan oleh karena itu sebut saja kumpulan cerita ini menjadi “catatan acak hidup saya”.